Jumat, 25 Desember 2020

KONDISI PERTELEVISIAN SAAT INI DI INDONESIA

 

Pada saat ini, tayangan di televisi masih menjadi sebuah hiburan yang paling diminati dan paling gampang didapat masyarakat kalangan bawah dan menengah. Seluruh stasiun tv antusias berlomba-lomba memberikan sebuah tayangan kepada masyarakat. Sebuah peluang bisnis yang bagus, karena itu berbagai macam trik terus dikembangkan untuk menarik perhatian dari penonton, mulai dari sinetron, talk show dan beragam program tv bergantian ditayangkan. Sudah bertahun tahun televisi sudah menjadi teman masyarakat dan belakangan ini, tv mengalami banyak keanehan yang terjadi. Keanehan yang  terjadi ialah karena bisnis.

Berbagai trik bisnis dilakukan sebuah channel demi bisnis dengan menjual produk tidak baik, mereka lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas. Ide kreatif yang harusnya menjadi tolak ukur di setiap tayangan tv tidak lagi menjadi unsur tujuan utama. Sinetron dengan ratusan episodepun tumbuh sangat subur, bahkan lebih subur dari sebuah tayangan di televisi yang memberikan sebuah lmotivasi, edukasi, dan eksploitasi terjadi ber-ulang kali. Melihat kacaunya dunia pertelevisian di indonesia saat ini merupakan salah satu strategi eksploitasi yang mungkin biasa digunakan ialah dengan menyediakan uang jutaan rupiah sebagai imbal balik dari kompetisi yang pesertanya adalah ber-notaben orang dengan ekonomi lemah, dibalik itu berbagai tayangan tv terkait, bisa meraih keuntungannya puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah.

Selain dari sebuah kompetisi, ada juga talk show yang menyebut bahwa mereka adalah sebuah wadah untuk membahas dan menyelesaikan sebuah masalah dari orang yang diundang diacara tersebut, yang tidak tahu kenapa terlihat sangat tidak natural, dan menjadi sebuah salah satu tayangan yang mungkin sering ditonton, karena masalah yang sering dibahas adalah masalah percintaan. Terlepas dari sebuah masalah setingan atau tidak, yang menjadi beban pikiran ialah apa yang sebenarnya dipikirkan orang-orang ini? Kenapa konsep harus tayangan yang “mengumbar aib seseorng”. Apakah tayangan tersebut pantas tayang duii tv nasional ? Jawabannya, sudah pasti demi mencakup rating yang bagus dan sebuah uang.

Di dunia pertelevisian khususnya di indonesia, tayangan talk show dan kompetisi sudah menjadi kewajiban tontonan masyarakat, bersama dengan tayangan sinetron ataupun kartun. Tapi dalam akhir-akhir ini, KPI melarang tayang kartun di tv. Karena dianggap menampilkan adegan dengan unsur kekerasan, padahal kartun adalah bagian dari dunia yang tak terlepas bagi anak-anak ataupun orang dewasa. Dunia anak-anak ialah tempat bermain dan menonton kartun, lalu berdasarkan dari sebuah pengalaman yang ada, banyak mantan anak-anak berbuat tindak kekerasan, karenaa meniru sebuah adegan di kartun yang persentasenya kecil.

Dilihat dari tmbuh kembangnya. Dan cara berpikir anak-anak tidak hanya terkonsentrasi pada pengaruhi dari sebuah tayangan kartun. Adapun faktor lingkungan yang juga turut berpengaruh, oleh karena itu pengawasan orang tua kepada anak-anak perlu menjadi tindakan yang serius perlu dilakukan. Dengan melarang menonton kartun yang ditayangkan yang bersamaan dengan acara talk show, yang bernotaben “umbar aib seseorang” dan sinetron yang makin tumbuh subur, dunia pertelevisian sangat terlihat seakan-akan tidak ingin mencerdaskan masyarakat yang menontonnya. Lalu pada sebuah keadaan yang mengacaukan seperti ini, tv nasional sering menayangkan tayangan dengan tidak jelasnya. Membuat sensor pada sebuah tayangannya, kemudian bisa menjadi bahan omongan banyak orang. Pernah saat itu, sekali waktu ada tayangan tv yang menyensor sebuah puting susu sapi, kareba pada adegan perah susu sapi. Selain itu, stasiun tv sering menayang berbagai film aksi tapi menyensor adegan aksi film tersebut. Sangat kacau, melihat semua yang terjadi saat ini singkat kata dunia pertelevisian indonesia sekarang pada saat ini sedang kacau dan tidaak jelas.

Komisi Pertelevisian Indonesia atau (KPI), dan Lembaga Rating bersama sinetron dan reality show mungkin sudah berteman semakin akrab, sampai lupa, bahwa dalam mencerdaskan masyarakat. Peran mereka sangat penting dan dibutuhkan. Melihat semua keadaan yang terjadi di sana, pihak-pihak yang “dipercaya” mengawasi dunia pertelevisian indonesia terus dikritik. Perkembangan di-dunia pertelevisian indonesia yang sangat cendrung minim ide kreatif ini akan bertahan sampai kapan ? Kita semua selalu memiliki sebuah harapan bagi pertelevisian di indonesia menjadi negara maju. Dalam kurun waktu yang lama ini, semoga para anak bangsa yang kreatif bisa saling bantu daan menppang, dengan kerja sama yang baik, semoga kita bisa membuat perubahan yang lebiih baik dalam mencerdaaskan kehidupan bangsa.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar